Kontak Kami : SMS Tri : 0899-9709-858 | Simpati : 0812-1246-7748 | XL : 0878-8016-2680
Cara-Order Alternatif-Cara-Order Info-Pengiriman Cara-Mencuci-Batik
Beri Tahu Teman
Tampilkan postingan dengan label Batik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juni 2013

MESSI TERSENYUM

MESSI
Siapa yang tdak kenal dengan Messi saat ini memegang peranan penting dalam Klub sepakbola FC Barcelona ?  gaya permainannya yang unik dan lincah sehingga beberapa kali dia dinobatkan sebagai pemain terbaik tingkat Dunia maupun Eropa.

Menurut salah satu sumber berita Messi sangat jarang tersenyum diluar lapangan, namun itu bukan pula dia orang yang angkuh dengan gelarnya, dia tetap baik dan segan terhadap penggemarnya.

Berikut petikan berita tentang "Messi Tersenyum karena Batik" :

KOMPAS.com — Sulitnya melihat bintang Barcelona, Lionel Messi, tersenyum. Ya, itulah yang dirasakan Kompas.com saat mendapat undangan meet and greet Messi dari P&G, saat Barcelona berkunjung ke Bangkok, tengah pekan lalu.


Di lapangan pertandingan, Messi memang kerap mengumbar senyuman, apalagi saat mencetak gol. Tawa lebar kadang terpancar dari pemain berusia 26 tahun itu.

Rekan-rekan setim biasanya menjadi target Messi meluapkan kegembiraannya ketika menceploskan bola.

Akan tetapi, momen tersebut ternyata sulit dilakukan Messi saat di luar lapangan. Ia terlihat agak irit melempar senyuman. Hanya beberapa kali saja Messi tersenyum dalam acara yang berlangsung di Hotel Okura Prestige, Bangkok, siang itu.

Saat masuk ke ruangan, Messi yang juga ditemani rekannya, Javier Mascherano, menyalami satu per satu orang-orang yang beruntung bisa bertemu dengan mereka. Ada sekitar 30 tamu undangan, termasuk artis Darius Sinathrya dan mantan atlet Richard Sam Bera.

Pada momen tersebut, Messi agak terlihat kaku. Bahkan, seorang teman dari media lain di Indonesia yang juga diundang sempat berucap, "Keras juga genggaman tangan Messi. Tapi, jarang senyum ya?" katanya.

Saya pun merasakan hal serupa. Saat sesi tanda tangan, saya sempat menawari spidol berwarna perak. Maksudnya agar tanda tangan Messi lebih jelas di kaus Barcelona yang telah dipersiapkan.

Messi yang memang tidak fasih berbahasa Inggris hanya melakukan gerak tangan, tanda tidak ingin mengganti spidol yang telah ia pegang. Setelah itu, sesi foto pun dimulai. Saya tidak melihat bagaimana raut wajahnya ketika difoto. Sementara itu, Mascherano justru terlihat lebih santai. Ia kadang melemparkan senyum kepada para tamu undangan.

Tingkah laku Messi sempat membuat saya salah tingkah. Awalnya, saya berniat memberikan sebuah hadiah batik dengan logo Barcelona. Namun, keinginan itu jadi terlupakan dan kemudian memberikan batik tersebut kepada salah satu staf Barcelona yang hadir.

Dengan ramah, staf tersebut justru menyuruh untuk memberikan batik itu langsung kepada Messi.

Tak diduga, akhirnya saya berhasil membuat Messi tersenyum yang terlihat kaget mendapat hadiah batik dengan logo Barcelona.

"Wah, di foto tadi, Messi cuma tersenyum sama kamu," kata Manajer Humas P&G Ferbrina Herlambang.

Usut punya usut, Messi memang agak irit mengumbar senyum. Tidak seperti pemain Barcelona lain seperti Neymar da Silva, Daniel Alves, ataupun Gerard Pique, yang terkenal iseng dan doyan melontarkan sebuah lelucon.

Barcelona sangat melindungi Messi. Acara bertemu Messi pun tidak diadakan sesi wawancara, mengingat beberapa waktu lalu, Messi sempat ramai dikabarkan tersangkut masalah pajak. Pihak Barcelona tampaknya tak ingin mood Messi berubah bila ada seseorang yang bertanya soal kabar tersebut.

Messi memang bukan orang yang suka mengumbar senyum. Namun, tak ada tanda-tanda bahwa ia sosok yang angkuh. Paling tidak, itu terbukti dengan perlakukannya kepada para tamu undangan. Sebanyak apa pun merchandise yang dibawa, Messi dengan senang hati memberikan tanda tangan plus inisial namanya, "Leo".

Saya beruntung bisa membuat Messi tersenyum melalui batik.

Add to Cart View detail

Senin, 01 Oktober 2012

Indonesia Beri Pelatihan Batik di AS | Indonesian batik give training for teachers in the US.

BATIK
New York (ANTARA News) - Sebanyak 30 guru seni dari berbagai jenjang pendidikan, yaitu sekolah menengah atas, sekolah menengah pertama dan sekolah dasar, mengikuti pelatihan tentang batik yang diberikan Kedutaan Besar RI di Washington DC melalui program "Indonesian Batik Workshop for Art Teachers" pada awal pekan ini.

Menurut informasi yang diterima ANTARA dari KBRI Washington, Jumat, pelatihan yang berlangsung dua hari itu mengajarkan peserta tentang teknik membatik tradisional Indonesia dengan menggunakan canthing, cap, malam serta proses pewarnaan batik dengan pewarna alam.

Selain teknik, dalam sambutan yang disampaikannya melalui video, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal juga menjelaskan hakikat batik bagi Indonesia, antara lain sebagai warisan dan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dilestarikan bersama.

Batik Indonesia telah telah mendapat pengakuan dunia dan masuk dalam daftar Intangible Cultural Heritage of Humanity-UNESCO.

Meskipun berprofesi sebagai guru seni, sebagian besar peserta menyampaikan bahwa mereka belum mengetahui lebih dalam soal batik Indonesia dan seni membatik.

Pelatihan intensif selama dua hari itu, selain memperlihatkan cara membatik secara tradisional, juga mengajarkan teknik alternatif seni membatik dengan menggunakan terigu --untuk pengganti malam-- sebagai cara yang lebih aman dan lebih sederhana.

Dengan cara itu, guru-guru diharapkan dapat mengajarkan seni membatik kepada para siswa-siswi di sekolah dengan lebih mudah dan disesuaikan dengan kondisi di AS, termasuk dalam hal alternatif penggunaan malam yang ditenggarai kurang baik bagi kesehatan.

Proses pewarnaan dilakukan dengan cara menggunakan kwas dan tanpa proses celup sehingga menjadikan teknik ini lebih sederhana dan mudah diikuti oleh siswa, bahkan oleh siswa sekolah dasar.

Teknik alternatif tersebut, seperti yang dijelaskan KBRI Washington, diperkenalkan oleh Instruktur Batik Indonesia dari Montreal Kanada, Ibu Avy Loftus, dengan tema "Peace, Love and Hope".

Tema diambil dalam upaya mengurangi praktek `bullying` (kekerasan) yang sering terjadi di sekolah-sekolah di AS maupun di Kanada.

Para peserta pelatihan juga dibekali dengan pengetahun terkait sejarah, arti dan macam-macam batik Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia.

Setelah mengikuti pelatihan, kata KBRI Washington, para guru menyampaikan kekaguman mereka atas kekayaan budaya Indonesia dan tergerak untuk mengetahui dan mempelajari lebih jauh mengenai budaya Indonesia. (T008)
Editor: B Kunto Wibisono COPYRIGHT © 2013

Add to Cart View detail

PRODUK POPULER

CHATING

Bingung?
Tanya kami


Respon Cepat Via SMS ke 08999709858 | Hati-hati dengan pihak yang mengatasnamakan SOBNet, untuk menghindari hal tersebut, setiap transaksi akan ada balasan SMS konfirmasi dari No. 08999709858

Sedang Diskon

Special Price - Harga sebelum diskon Rp. 70.000,- Harga Sekarang : Rp.55.078

PEMBAYARAN

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. JUAL BATIK COUPLE - All Rights Reserved
Template telah dimodifikasi oleh CV SOBNet
Proudly powered by Blogger
Kembali ke Atas